> Berita > Mengenal Reyeng: Kemasan Ramah Lingkungan yang Memberdayakan Perempuan

Mengenal Reyeng: Kemasan Ramah Lingkungan yang Memberdayakan Perempuan
Gambar
Di tengah maraknya isu pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah plastik, terdapat wadah dari bambu yang dapat digunakan sebagai kemasan alternatif yang ramah lingkungan. Reyeng merupakan wadah berbahan dasar bambu yang telah lama diwariskan dan dimanfaatkan secara turun-temurun oleh masyarakat. Secara tradisional, kemasan anyaman ini mempunyai nilai fungsional berupa lazimnya penggunaan untuk membungkus ikan pindang dengan kapasitas tiga hingga enam ekor. Jika ditinjau dari segi bahan baku utamanya, reyeng memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh wadah berbahan sintetis.
Reyeng mempunyai salah satu keunggulan berupa sifatnya yang mudah terurai secara alami di tanah. Selain itu, anyaman bambu dapat membantu menjaga kelembaban dan kesegaran produk secara optimal tanpa memicu pembusukan cepat. Setelah tidak terpakai, sampah dari kemasan reyeng dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dengan cara membakar reyeng hingga menjadi abu, kemudian abu tersebut ditaburkan ke tanah. Oleh karena itu, reyeng dapat digunakan sebagai wadah kemasan yang dinilai lebih ramah lingkungan.
Pada proses pembuatan reyeng mengandalkan ketelitian serta keterampilan tangan para pengrajin reyeng. Bahan bakunya diperoleh langsung dari kebun atau hutan setempat yang kemudian dipotong dan dihaluskan menjadi bilah-bilah tipis sebelum dianyam membentuk keranjang. Pada bagian bawah keranjang digunakan sebagai alas reyeng, sedangkan sisi-sisi samping menjadi dinding reyeng. Menariknya, mayoritas pengrajin reyeng di desa merupakan kaum perempuan yang memanfaatkan waktu luang mereka di rumah untuk tetap produktif. Dalam sehari, seorang pengrajin mampu menghasilkan puluhan hingga seratus biji reyeng sehingga menjadikan aktivitas menganyam ini sebagai sarana nyata dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Dengan demikian, keberadaan reyeng tidak hanya membawa manfaat bagi kelestarian alam, tetapi juga memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian warga desa, terkhusus para perempuan. Produksi reyeng yang berbasis industri rumah tangga mampu menyerap tenaga kerja lokal, khususnya dengan memanfaatkan potensi material bambu yang melimpah di lingkungan sekitar. Ke depannya, industri kerajinan reyeng diharapkan dapat terus didukung agar mampu menjadi identitas kemandirian ekonomi desa yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.